Minggu, 11 Mei 2014

Rapikan Barisan Ummat ,Untukmu para mujahid/mujahidah SEBI Solidarity for Palestine

Allahumma shayyiban nafii'aan..
ya Allah berkahilah hujan yang Engkau turunkan pada kami.

Ya Allah berkahilah hari ini.
Hari ini SSP- Sebi Solidarity for Palestine- telah melewati usia ke-8 , semoga Engkau naungi para mujahid/ah yang berjuang di dalamnya. Engkau mudahkan langkah militansi para dai/daiyahnya. Engkau ridhai ikhtiar-ikhtiar para pengemban amanah demi memenuhi takdir-Mu, untuk satu takdir yang hakiki yakni kemerdekaan Palestine; kemerdekaan akbar umat Islam.

Ya Rabb, kini adalah tanggal 11 Mei 2014 sekaligus 11 Rajab 1435 H, Engkau berkehendak menjadikan hari ini ialah hari genderang perang kami semakin membahana terhadap musuh-musuh agama-Mu.
Satu kata untuk Palestina...Jihad,
Dua kata untuk Palestina...Jihad Fii Sabilillah,
Tiga kata untuk Palestina...Jihad fii Sabilillah, Allahu Akbar !!!

Wallahi, jika Engkau ijinkan Kami memenuhi panggilan jihad-Mu,
tegapkan langkah kami,
tegarkan jama'ah dakwah ini,
dan akbarkan azzam jiwa kami, kembali kepada-Mu..Illahi Rabbi..

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillah ilham


*SendiriMenyepi*

Jumat, 09 November 2012

DREAMHIGH (kupersembahkan untuk semua sahabat yang memimpikan cita-cita tertinggi dalam hidup)

Selalu ada cahaya dibalik kegelapan, selalu ada mimpi di sela lelap
Ketika terjaga pun kita berimajinasi
Bukankah cita-cita besar lahir dari mimpi yang besar, ketika kita
berupaya menggapai remang cahaya impian
di pekatnya ruang  gelap celah suramnya hidup yang kita lalui ?

Lalu, apa lagi yang buat kita risau,
manakala kita pernah bermimpi untuk dapat hidup lebih lama
dalam tingginya asa..dan kitalah sang pemimpi itu ?
Hingga kini pun kita masih bermimpi,,
tuk menggapai nyata hidup yang lebih berarti,
kalaupun kadang kita tersandung kerikil,
tersenggol hingga terpeleset dan pun jatuh terluka..
tak ada kesempatan lain,,
karena hanya ada satu pilihan yang harus diambil,

take it now !!
Kita harus berdiri dan bermimpi lagi,
selalu melangkah kedepan dengan tak lupa sesekali untuk menunduk,
kalau-kalau ada kerikil yang melalaikan..
Bila mana bosan dan lelah mendera,
berteduh lah dalam pangkuan kuasa kasih Illahi,
Tak perlu sungkan mengadu dan meminta solusi
agar semakin kuat pijakan kita,
Semakin tegap langkah kita dan semakin akbar impian kita..
*made by: Hoshi Nozomu -chan*

ABSTRAKSI SKRIPSI

LINDA TRI LESTARI. Pengaruh Ukuran  Perusahaan, Leverage, dan Kualitas Auditor terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur yang menerbitkan saham syariah dalam Daftar Efek Syariah (DES). (Di bawah bimbingan Sepky Mardian, SEI., MM. dan Mustafa Kamal, ST., M.Si.). Jurusan Muamalat Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI, 2012.

Indikator kondisi keuangan internal perusahaan sangat besar berpengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Berbagai penelitian yang ada menunjukkan bahwa indikator kinerja keuangan seperti ukuran perusahaan (Total Aset), Leverage (DER), dan Kualitas Audior (Ukuran KAP) memiliki pengaruh positif maupun negatif terhadap Nilai Perusahaan (PBV). Objek penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur yang menerbitkan saham syariah yang terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) periode 2010.  Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Ukuran  Perusahaan, dan Kualitas Auditor memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap terhadap Nilai Perusahaan dengan tingkat kepercayaan 95%, sedangkan Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara simultan variabel Ukuran  Perusahaan, Leverage, dan Kualitas Auditor berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Dari nilai koefisien determinasi (R2) variabel ukuran perusahaan (Total Aset), Leverage (DER), dan Kualitas Audior (Ukuran KAP) mampu menjelaskan Nilai Perusahaan (PBV) sebesar 96,5%  dan sisanya sebesar 3,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman, baik oleh manajemen dalam pengelolaan perusahaan maupun para investor dan calon investor , khususnya investor dan calon investor muslim dalam menentukan strategi dan keputusan berinvestasi.


Kata kunci: Ukuran Perushaan (Total Aset), Leverage (Debt to Equity (DER), Kualitas Auditor (ukuran KAP), dan Nilai Perusahaan (PBV)

Rabu, 06 Juli 2011

REALITA ATAS MAKNA SEBUAH PERJUANGAN


KILAS BALIK
PERJALANAN ROHIS SKANIDA

Perjuangan Rohis SKANIDA dimulai pada tahun 1999. Saat dimana gejolak pemberontakan baru saja usai dan hura-hara baru saja redam ,tepatnya setelah runtuhnya rezim Suharto pada tahun 1998. Perjuangan ini bisa diibaratkan seperti bayi yang baru lahir. Saat tata kelola memang belum benar-benar sempurna, dan rasa was-was cemas belum benar-benar lenyap. Waktu itu, masyarakatnya belum mengenal betul Al-Islam. Islam yang mereka anut hanyalah sekedar warisan dari nenek moyang belaka. Tanpa tahu pemaknaan akidah dan syahadatain. Begitu pula dengan remaja-remajanya. Karena memang pada kenyataannya, Suharto melarang suatu kegiatan yang berbau Islami seperti pengajian, halaqah (mentoring), dan kegiatan lainnya. Bahkan melarang kaum perempuan untuk mengenakan hijab/penutup aurat (kerudung) atau bahkan sekedar berpakaian panjang sekalipun sudah menjadi target perhatian para intelligent. Untuk itu, dengan semangat dakwah yang menguat, kukuh dan mengeras, generasi pertama rohis SKANIDA (RISMANDA) rela berjuang untuk Islam. Rela berjuang untuk menegakkan syariat yang selama ini dikekang oleh kuatnya Rezim Suharto. Karena pada dasarnya memperjuangkan Islam adalah suatu kewajiban setiap jiwa yang dirinya mengaku bahwa dia adalah seorang MUSLIM ! Itu yang menjadi dasar mengapa ROHIS perlu didirikan. Melihat pada kenyataan mengenai apa yang menimpa remaja-remaja terdahulu apalagi saat sekarang ini yang sudah tidak dapat terkendalikan lagi. Selain itu hal yang penting kita fahami bersama, bahwa dakwah itu adalah kewajiban bagi dirinya yang mengaku sebagai MUSLIM.
Estafet dakwah RISMANDA (Rohis SMANDA-red.) dilanjutkan oleh Mbak Tatik dan kawan-kawan untuk masa amanah 2005-2006. Ketika itu geliat dakwah RISMANDA sudah mulai tumbuh dan berekspansi, melahirkan agenda-agenda dakwah sebagai sarana pembangkit ruhani ke-Islaman teman-teman warga SMEA N 1 Kutoarjo. Rangkaian agenda itu diantaranya ada baksos pakaian pantas pakai dan sembako untuk warga yang kurang mampu di sekitar SMEA , pesantren kilat, rihlah, buletin RISMANDA, Mading, dan kegiatan silaturrahim ke rumah beberapa guru SMEA N 1 Kutoarjo.
Nafas dakwah terus berhembus di area SMEA N 1 Kutoarjo, yang kemudian berganti nama menjadi SMK N 2 Purworejo. Semangat perjuangan belum terhenti dan tak akan pernah terhenti. Masa amanah 2006/2007 RISMANDA dipegang oleh ka Muslim sebagai koordinator ikhwan (laki-laki) dan untuk koordinator keakhwatan (perempuan) di pegang oleh ka Nuri dan kawan-kawan. Pada masa amanah ini, RISMANDA mulai merambah ke luar sekolah dan melebarkan sayap dakwahnya ke jangkauan yang lebih luas. RISMANDA mulai bergabung dengan barisan dakwah sekolah di kabupaten Purworejo melalui organisasi KARISMA (Keluarga Rohis SMA/K/MA se-Purworejo) yang pada saat itu di ketuai oleh ka Teguh Budi Prayitno dari SMAN 3 Purworejo. KARISMA memiliki pengurus yang berasal dari pengurus-pengurus Rohis SMAN 1 , SMAN 2, SMAN 3, SMAN4, SMAN 5, SMAN 6, SMAN 7, SMAN 8, SMAN 9, SMAN 10, SMAN 11, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 4, dan MAN Purworejo. Manfaat RISMANDA bergabung dengan KARISMA adalah agenda dakwah SMKN 2 mampu lebih inofatif dalam mengadakan acara-acara yang disajikan lebih menarik, kreatif, edukatif dan tentu saja tetap syar`i.
Berakhirnya kepengurusan ka Nuri dan kawan–kawan bukan berarti berakhirnya dakwah RISMANDA. Regenerasi dan open recruitment kepengerusan pun diadakan demi melahirkan calon mujahid/mujahidah tangguh pembela syariat dan demi tegakknya agama Allah di SMK N 2 Purworejo. Lahirnya kepengurusan RISMANDA periode amanah 2007/2008 menandakan akan lahirnya denyut semangat yang lebih menggelora di kepemimpinan ka Ahmad Abdai Muzayin sebagai koordinator umum dan ka Linda Tri Lestari sebagai koordinator akhwat (korwat) bersinergi dengan teman-teman pengurus lainnya. Ketika itu, muncul ide-ide baru sebagai nafas baru RISMANDA, diantaranya adalah Pesantren Kilat, Lomba-lomba Islami dengan tema “ Ramadhan SMARTIES N SYAR`I “, yang terdiri dari lomba tilawah dan tartil Qur`an, lomba mading, lomba baca puisi Islami, lomba menulis kaligrafi, lomba pidato dan lain-lain. Ada juga silaturrahim ke rumah pak Sumarso (kepala sekolah). Ketika acara MOS 2008/2009, RISMANDA juga mengadakan sosialisasi Rohis dengan menerbitkan buletin RISMANDA, sebar bunga pesan. Ketika ada acara Maulid Nabi Muhammad saw. RISMANDA juga menampilkan grup rebana yang dibimbing oleh pak Mushonif. Dari rangkaian acara tersebut RISMANDA selalu didukung oleh warga SMK N 2 Purworejo dan melalui kerjasama antara OSIS juga Ekskul Pramuka. Hal ini membuktikan bahwa kerja dakwah tidak bisa sendirian (nafsi-nafsi/ munfarid). Akan tetapi, perlu adanya amal Jama`I (kerja berjamaah/bekerja sama bukan sama-sama kerja) yang membutuhkan adanya komando dari pemimpin yang dibentuk secara musyawarah (syuro – Q.S As-Syura [42] ayat 10 dan 38) dan adanya komunikasi dari jama`ah di dalam organisasi tersebut. Sehingga dalam amal jama`I terbentuk kerja yang berbeda bagian sesuai bidang potensinya tetapi berorientasi terhadap satu tujuan dengan berlandaskan pada syariat dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah.
Selanjutnya amanah RISMANDA dipegang oleh ka Yuli Bukiyanto dan ka Aisyah.
Bagi teman-teman yang telah tergabung dalam barisan dakwah di RISMANDA berbahagialah karena kalian sudah tepat dan beruntung memilih jalan ini, jalan yang telah dijanjikan Allah dengan surga-Nya (Q.S Muhammad:7). Sedangkan bagi teman-teman sekalian yang belum dan ingin bergabung ke dalam perjuangan ini, janganlah bimbang dan yakinlah bahwa Rohis bukan hanya kegiatan ekskul semata, tetapi Rohis esensinya adalah gerakan duniawi yang berorientasi untuk ukhrawi (bekal di akhirat). Maka belomba-lombalah dalam kebaikan ( Fastabiqul khairaat).
Q.S Al-Baqarah[2] ayat 146-155
Untuk itu, wahai para aktivis dakwah, para generasi penerus peradaban. Teruslah berjuang, tegakkan syariat Islam. Ingatlah, bahwa kita yang membutuhkan dakwah, bukan dakwah yang membutuhkan kita. Dan barangsiapa menolong dalam agama Allah, maka Allah akan menolong kita. Keep Hamasah (tetap semangat) dalam dakwah. Dakwah tidak pernah kehabisan pekerja. Ikut atau tidaknya kita dalam barisan dakwah ini , kereta dakwah akan terus melaju menuju surga. Maka, mulailah melakukan perbaikan detik demi detik mulai dari diri sendiri, dari saat ini dan dari hal terkecil.
Wallahu ‘alam bishowab…
Happy dakwah with ukhuwah…
PROFIL PENGURUS
(saat tulisan ini dibuat tahun 2010)
Mba’ Tatik
Alumni SKANIDA tahun 2006, melanjutkan kulioh di UII (Universitas Islam Indonesia), jurusan akuntansi, semester 8. Peraih beasiswa mahasiswa teladan se-jurusan akuntansi .
Mba’ Nuri
Ketika menjabat sebagai ketua keakhwatan 2006/2007 juga sedang menjabat sebagai Dewan Ambalan Pramuka
A.Abdai Muzayin
Sebagai ketua Rohis, ketua kelas, sekaligus ketua OSIS pada masa amanah 2007/2008 serta Dewan Ambalan Pramuka. Pengurus KARISMA divisi Pembinaan dan Kaderisasi. Peraih juara umum UAN se-SMK N 2. Sekarang dia melanjutkan pendidikan di salah satu Pondok Pesantren di Purworejo.
Linda Tri Lestari
Ketua keakhwatan dan pengurus KARISMA divisi Pembinaan dan Kaderisasi masa amanah 2007/2008. Peraih beasiswa SDM EKSPAD di STEI SEBI Jakarta. Jurusan akuntansi syariah semester 5.
Lina
Wakil Koordinator Akhwat dan pengurus KARISMA divisi humas masa amanah 2007/2008. Sekarang beliau bekerja di salah satu lembaga keuangan yakni di BMT Binamas Purworejo di bagian LAZ (Zakat).
Lis Purwanti
Pengurus ROHIS divisi Jum’at Peduli dan pengurus KARISMA divisi humas masa amanah 2007/2008. Peraih beasiswa di STEI SEBI Jakarta, jurusan akuntansi syariah, semester 5. Menjadi mentor di salah satu SMK di Jakarta yakni SMK Nusantara.
Mustofa
Koordinator ROHIS masa amanah 2008/2009. Pengurus KARISMA divisi Pembinaan dan Kaderisasi. Juara Umum UAN se-SMK N 2 Purworejo. Peraih beasiswa STAN Jakarta, semester 3.
Yuli Bukiyanto
Koordinator ROHIS masa amanah 2009/2010 sekaligus Pradana Dewan Ambalan Pramuka.

TIPS MAKAN ALA RASULULLAH

JENIS MAKANAN
Rupanya tanpa disadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, masih banyak yang tak kita pilih-pilih. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain-lain.
Rasullulah SAW tidak pernah sakit pencernaan sepanjang hayatnya, karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau kamu ikuti cara makan Rasullullah ini, kamu tidak akan menderita sakit perut atau pun keracunan makanan.
* Jangan makan SUSU bersama DAGING
* Jangan makan DAGING bersama IKAN
* Jangan makan IKAN bersama SUSU
* Jangan makan AYAM bersama SUSU
* Jangan makan IKAN bersama TELUR
* Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
* Jangan makan SUSU bersama CUKA
* Jangan makan BUAH bersama SUSU, Misal: KOKTEL
CARA MAKAN
* JANGAN MAKAN BUAH SETELAH MAKAN NASI , SEBALIKNYA MAKANLAH BUAH TERLEBIH DAHULU, BARU MAKAN NASI.
* TIDUR 1 JAM SETELAH MAKAN TENGAH HARI.
* Jangan Makan malam
Dalam kitab juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut. Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu, karena akan cepat terserang penyakit. Ini dibuktikan oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion ( + ) sedangkan dalam ikan mengandung ion ( – ), jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan, maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.
Al-Quran Juga mengajarkan kita menjaga kesehatan dengan amalan-amalan seperti:
* Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap ke dalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Dapat kita saksikan bahwa orang yang mandi pagi kebanyakan berbadan tidak gemuk.
* Rasulullah saw. mengamalkan minum segelas air putih setiap pagi. Insya Allah jakan auh dari penyakit.
* Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud) sekurang kurangnya semenit setelah membaca doa. Tafakur sesaat seperti 70 tahun ibadah nilainya. Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud. Ahli sains telah menemuikan beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir ke ruang tersebut.
* Nabi saw. juga mengajarkan kepada kita agar makan dengan tangan kanan dan bila telah selesai, hendaklah menjilat jari-jari yang digunakan untuk makan. Begitu juga ahli sains telah menemukan bahwa enzim banyak terkandung di celah jari jari, yaitu 10 kali lipat dalam air liur.
SUNAH CARA MAKAN MENURUT NABI SAW
1. Makan garam sedikit sebelum makan untuk menolak 70 macam penyakit, dan ambil lagi sedikit dengan jari manis tangan kanan setelah makan. Makanlah dengan tangan kanan tanpa sendok. Sebaiknya kita yang menunggu makanan dan bukan makanan yang menunggu.
2. Berdoa sebelum dan setelah makan. Cuci tangan. Dan minum dengan memegang gelas di tangan kanan, meskipun tangan tersebut bekas kuah.
3. Duduk di bawah, bukan di bangku dan dimulai dari pinggir dan terakhir ketengah. Lebih baik lagi kalau makan bersama keluarga, maupun teman. Seperti ketika haji atau buka puasa bersama di Masjid dalam satu nampan bisa untuk empat orang.
4. Jangan sisakan sebutir nasipun, karena nasi ini berdzikir.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4655771

Minggu, 22 Mei 2011

TERAPI ALAMI OBATI SAKIT KEPALA

Tak selamanya meredakan sakit kepala dengan mengandalkan obat. Bila terlalu sering, tubuh akan menjadi resistan sehingga akan membutuhkan obat dengan dosis yang lebih tinggi lagi.

Padahal, menyingkirkan nyeri di kepala dapat dilakukan dengan cara alami. Pencegahannya dengan memperbanyak makan buah dan sayur. Pengobatannya dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:

a. Tidur siang
Cobalah untuk tidur siang sebentar saja untuk mengurangi rasa nyeri yang terasa. Namun, jangan sampai malah kebablasan. Terlalu lama tidur justru akan memperparah sakit kepala Anda. Cobalah tidur siang di sela-sela aktivitas selama 15-30 menit.

b. Latihan pernapasan
Saat sakit kepala muncul, ambil napas dalam-dalam. Tarik dan keluarkan kembali napas secara perlahan. Gerakan sederhana ini bisa membuat tubuh dan kepala merasa lebih nyaman dengan rasa nyeri yang berkurang.

c. Pijat kepala
Pijat memang dikenal ampuh dan efektif menyembuhkan sakit kepala. Pijat kening Anda menggunakan jari dengan gerakan memutar secara perlahan. Juga coba tekan dengan lembut dahi Anda dengan jari-jari.

d. Aromaterapi
Menghirup minyak aromatic tak hanya dapat meredakan sakit kepala, tapi juga bisa memperbaiki suasana hati Anda. Coba hirup minyak atsiri beraroma lavender, kayu cendana, dan vanila yang bermanfaat menyingkirkan stress.

e. Shalat tahajud

f. Berwudhu

g. Sering minum air putih

h. Minum susu hangat

i. Tidur telentang tanpa bantal dengan posisi kaki diangkat (disandarkan ke dinding)-sikap lilin-

j. Rileks kan pikiran

*Selamat Mencoba*

Kamis, 28 April 2011

KIAT TEGAR DI JALAN DAKWAH

1.) Dekat Dengan Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan sumber ketegaran pertama, tali Allah Ta’ala yang kokoh, dan cahaya terang. Siapa yang berpegang erat dengannya, maka ia dijaga Allah Ta’ala. Siapa mengamalkannya, maka ia diselamatkan Allah Ta'ala. Allah menegaskan bahwa diturunkannya Al-Qur’an, baik secara global atau terperinci ialah untuk menegarkan. Allah Ta’ala berfirman, “Orang-orang kafir berkata, ‘Kenapa Al-Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekali turun?’ Demikianlah suapaya Kami tegarkan hatimu dengannya dan Kami membacakannya dengan tartil. Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan paling baik penjelasannya.” (Al-Furqan: 32-33)
Mengapa Al-Qur’an sumber ketegaran?
1. Karena Al-Qur’an menanamkan keimanan dan menyucikan jiwa dengan berkomunikasi kepada Allah.
2. Karena ayat-ayat Al-Qur’an turun seperti es yang menyejukkan hati orang-orang mukmin. Lalu, hati orang mukmin tidak goyah saat terkena badai fitnah dan tenang dengan dzikir kepada Allah.
3. Karena Al-Qur’an membekali orang Muslim dengan sejumlah persepsi dan nilai yang benar. Lalu, dengan itu semua, ia dapat memperbaiki kondisi yang ada. Al-Qur’an juga membekali insane Muslim dengan sejumlah perangkat yang membuatnya bisa memutuskan segala masalah.
4. Al-Qur’an mementahkan segala kerancuan yang sengaja dimunculkan musuh-musuh Islam, yaitu orang-orang kafir dan munafik.
2.) Iltizam dengan Syari’at dan Amal Shalih
Allah Ta’ala berfirman, “Allah menegarkan orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh di kehidupan dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang dzalim dan mengerjakan apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27).
Qatadah berkata, “Di dunia, mereka diberi ketegaran dalam mengerjakan kebaikan dan amal shalih. Sedangkan di akhirat, mereka diberi ketegaran dikuburan.”
Allah Ta’ala berfirman, “Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentu hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menegarkan.” (QS. An-Nisa’: 66).
Hal tersebut sudah jelas, tidak mungkin ketegaran terjadi pada orang-orang pemalas dan tidak mengerjakan amal shalih ketika terjadi badai fitnah. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rajin mengerjakan amal shalih. Perbuatan yang peling beliau sukai ialah perbuatan yang paling rutin dikerjakan walaupun hanya sedikit.
3.) Membaca Kisah-Kisah para Nabi Demi Meniru Mereka dan Mengamalkan Perbuatan Mereka Allah Ta’ala berfirman, “Dan semua kisah-kisah rasul, Kami ceritakn kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami tegarkan hatimu dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pelajaran dan peringatan bagi orang-orang beriman.” (QS. Hud: 120).
Ayat di atas turun pada zaman Rasulullah bukan untuk hiburan atau bahan candaan. Tapi dengan tujuan besar, yaitu menegarkan hati Rasulullah dan hati orang-orang beriman.
4.) Berdo’a
Di antara ciri orang beriman adalah mereka berdoa kepada Allah Ta’ala dan meminta ketegaran kepada-Nya. Misalnya dengan doa, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami.” Karena hati manusia berada di antara dua jari di antara jari-jari Allah, dan Allah berhak mengendalikannya sesuai dengan kehendak-Nya, maka sudah sepantasnya kaum muslimin berdoa, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah hati kami di atas agama-Mu.”
5.) Dzikir Kepada Allah
Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian memerangi pasukan musuh, maka berteguh hatilah dan sebutlah Allah sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Anfal: 45)
6.) Tarbiyah
Tarbiyah imaniyah, tarbiyah ilmiya (ilmiah), tarbiyah wa’iyah (sadar), dan tarbiyah mutadarrijah (bertahap), merupakan unsur penting yang menegarkan orang muslim.
Tarbiyah imaniyah ialah tarbiyah (pembinaan) yang menghidupkan hati, dengan takut, berharap, dan cinta kepada Allah Ta’ala. Bukan tabiyah yang membuat hati gersang akibat jauh daru dalil-dalil Al-Qur’an dan sunnah, serta berpatokan pada pendapat tokoh. Tarbiyah ilmiyah ialah tarbiyah yang berdasarkan dalil shahih, bukan taklid dan membeo secara membabi buta.
Tarbiyah wa’iyah ialah tarbiyah yang anti mengikuti gaya hidup orang-orang bejat, mengkaji rencana-rencana musuh Islam, dan mengikuti realitas yang ada. Buka tarbiyah yang terpaku pada lingkungan kecil.
Tarbiyah mutadarrijah ialah tarbiyah yang mengubah orang muslim sedikit demi sedikit dan mengangkatnya ke tangga kesempurnaan dengan perencanaan yang matang, bukan tarbiyah serampangan, terburu-buru, dan acak-acakan.
Apa yang membuat sahabat tegar di Makkah pada masa penindasan?
Bagaimana Bilal, Khabab, Mush’ab, keluarga Yasir, para sahabat yang lemah, dan para sahabat yang “berkelas” tegar ketika diembargo orang-orang Quraisy dan berada di tempa terpencil?
Apakah mereka bisa tegar tanpa tarbiyah mendalam dari pelita kenabian yang mencemerlangkan kepribadian mereka?
Mari kita ambil contoh Khabbab bin Al-Arats. Ia budak dan pemiliknya (wanita) memanaska besi hingga menyala merah lalu menempatkan Khabbab bin Al-Arats ke atas besi itu dalam keadaan punggung tanpa baju. Besi tusuk sate itu baru padam ketika lemak punggung Khabbab bin Al-Arats mencair dan mengenai besi itu. Kiat apa yang membuat Khabbab bin Al-Arats bersabar menghadapi siksaan berat seperti itu?
Contoh lain, Bilal ditindih dengan batu besar di tengah terik sinar matahari dan Sumayyah diikat di tengah dengan belenggu. Apa yang membuat keduanya bersabar menghadapi tindak kekejaman seperti itu?
Ada pertanyaan lain terkait dengan peristiwa yang terjadi di akhir model Madinah. Siapa yang tegar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di Hunain ketika sebagian besar kaum muslimin lari? Apakah mereka orang-orang yang baru saja masuk Islam pada hari penaklukkan Mekkah, yang pada dasarnya belum lama ter-tarbiyah di madrasah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan motivasi mereka ikut perang ialah ingin mendapatkan rampasan perang? Sama sekali tidak. Sebagian orang yang tegar bersama Rasulullah ialah orang-orang beriman pilihan dan sudah sekian lama ter-tarbiyah ditangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
7.) Yakin Dengan Jalan Kebenaran
Tidak diragukan, jika keyakinan da’I kepada jalan kebenaran yang ia tempuh semakin kuat, maka ketegarannya semakin besar.
8.) Aktif Berdakwah Di Jalan Allah
Di antara aktivitas yang paling menggerakkan jiwa adalah berdakwah di jalan Allah Ta’ala. Dengan berdakwah, seluruh potensi akan muncul dan karya-karya besar akan terealisasi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka karena itu, serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu.” (QS. Asy-Syuara: 15)
Selain menjanjikan pahala besar, dakwah merupakan salah satu sarana ketegaran dan tameng dari kemunduran.
9.) Berada di Sekitar Kader-Kader Dakwah yang Tegar
Mencari ulama, orang-orang shalih, dan da’I yang beriman, serta berada disekitar mereka itu merupakan salah satu kiat agar kita senantiasa tegar di atas jalan dakwah. Sudah sekian banyak fitnah terjadi dalam sejarah Islam, namun Allah menegarkan kaum muslimin dengan perantaraan beberapa ulama. Ali bin Al-Maidani rahimahullah berkata, “Allah memuliakan Islam dengan Abu Bakar pada saat terjadi gelombag kemurtadan, dan Imam Ahmad pada saat fitnah (pendapat bahwa Al-Qur’an itu makhluk).”
Disinilah ukhuwah islamiyah terbukti menjadi salah satu sarana penting ketegaran.
10.) Yakin Akan Pertolongan Allah dan Masa Depan Adalah Milik Islam.
“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut-pengikut yang bertakwa. Mereka tidak lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar..” (QS. Ali Imran: 146)
11.) Merenungkan Kenikmatan Surga dan Siksa Neraka serta Mengingat Kematian
Surga itu negeri kebahagiaan, pelipur lara, dan terminal pengembaraan orang-orang beriman. Jiwa memiliki kecenderungan tidak mau berkorban, beramal, dan tegar kecuali dengan imbalan yang meringankan musibah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggunakan kiat mengingatkan surge untuk menegarkan para sahabat. Pada suatu hari, Rasulullah berjalan melewati Yasir, Amar, dan Sumaiyyah yang sedang disiksa. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sabarlah wahai kaluarga Yasir, karena tempat kalian kelak adalah surga.” (HR. Al-Hakim)
Mengingat kematian juga dapat membentengi kaum muslimin dari “kekalahan”. Sebab ia tahu kematian lebih dekat padanya. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan, “Perbanyaklah mengingat pemutus seluruh kenikmatan (kematian).” (HR. At-Tirmidzi)
Sumber: Kiat-Kiat Tegar Di Jalan Dakwah, Muhammad Shaleh Al-Munjid: An-Nadwah Friday, 18 July 2008 09:26 administrator