Rabu, 06 Juli 2011

REALITA ATAS MAKNA SEBUAH PERJUANGAN


KILAS BALIK
PERJALANAN ROHIS SKANIDA

Perjuangan Rohis SKANIDA dimulai pada tahun 1999. Saat dimana gejolak pemberontakan baru saja usai dan hura-hara baru saja redam ,tepatnya setelah runtuhnya rezim Suharto pada tahun 1998. Perjuangan ini bisa diibaratkan seperti bayi yang baru lahir. Saat tata kelola memang belum benar-benar sempurna, dan rasa was-was cemas belum benar-benar lenyap. Waktu itu, masyarakatnya belum mengenal betul Al-Islam. Islam yang mereka anut hanyalah sekedar warisan dari nenek moyang belaka. Tanpa tahu pemaknaan akidah dan syahadatain. Begitu pula dengan remaja-remajanya. Karena memang pada kenyataannya, Suharto melarang suatu kegiatan yang berbau Islami seperti pengajian, halaqah (mentoring), dan kegiatan lainnya. Bahkan melarang kaum perempuan untuk mengenakan hijab/penutup aurat (kerudung) atau bahkan sekedar berpakaian panjang sekalipun sudah menjadi target perhatian para intelligent. Untuk itu, dengan semangat dakwah yang menguat, kukuh dan mengeras, generasi pertama rohis SKANIDA (RISMANDA) rela berjuang untuk Islam. Rela berjuang untuk menegakkan syariat yang selama ini dikekang oleh kuatnya Rezim Suharto. Karena pada dasarnya memperjuangkan Islam adalah suatu kewajiban setiap jiwa yang dirinya mengaku bahwa dia adalah seorang MUSLIM ! Itu yang menjadi dasar mengapa ROHIS perlu didirikan. Melihat pada kenyataan mengenai apa yang menimpa remaja-remaja terdahulu apalagi saat sekarang ini yang sudah tidak dapat terkendalikan lagi. Selain itu hal yang penting kita fahami bersama, bahwa dakwah itu adalah kewajiban bagi dirinya yang mengaku sebagai MUSLIM.
Estafet dakwah RISMANDA (Rohis SMANDA-red.) dilanjutkan oleh Mbak Tatik dan kawan-kawan untuk masa amanah 2005-2006. Ketika itu geliat dakwah RISMANDA sudah mulai tumbuh dan berekspansi, melahirkan agenda-agenda dakwah sebagai sarana pembangkit ruhani ke-Islaman teman-teman warga SMEA N 1 Kutoarjo. Rangkaian agenda itu diantaranya ada baksos pakaian pantas pakai dan sembako untuk warga yang kurang mampu di sekitar SMEA , pesantren kilat, rihlah, buletin RISMANDA, Mading, dan kegiatan silaturrahim ke rumah beberapa guru SMEA N 1 Kutoarjo.
Nafas dakwah terus berhembus di area SMEA N 1 Kutoarjo, yang kemudian berganti nama menjadi SMK N 2 Purworejo. Semangat perjuangan belum terhenti dan tak akan pernah terhenti. Masa amanah 2006/2007 RISMANDA dipegang oleh ka Muslim sebagai koordinator ikhwan (laki-laki) dan untuk koordinator keakhwatan (perempuan) di pegang oleh ka Nuri dan kawan-kawan. Pada masa amanah ini, RISMANDA mulai merambah ke luar sekolah dan melebarkan sayap dakwahnya ke jangkauan yang lebih luas. RISMANDA mulai bergabung dengan barisan dakwah sekolah di kabupaten Purworejo melalui organisasi KARISMA (Keluarga Rohis SMA/K/MA se-Purworejo) yang pada saat itu di ketuai oleh ka Teguh Budi Prayitno dari SMAN 3 Purworejo. KARISMA memiliki pengurus yang berasal dari pengurus-pengurus Rohis SMAN 1 , SMAN 2, SMAN 3, SMAN4, SMAN 5, SMAN 6, SMAN 7, SMAN 8, SMAN 9, SMAN 10, SMAN 11, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 4, dan MAN Purworejo. Manfaat RISMANDA bergabung dengan KARISMA adalah agenda dakwah SMKN 2 mampu lebih inofatif dalam mengadakan acara-acara yang disajikan lebih menarik, kreatif, edukatif dan tentu saja tetap syar`i.
Berakhirnya kepengurusan ka Nuri dan kawan–kawan bukan berarti berakhirnya dakwah RISMANDA. Regenerasi dan open recruitment kepengerusan pun diadakan demi melahirkan calon mujahid/mujahidah tangguh pembela syariat dan demi tegakknya agama Allah di SMK N 2 Purworejo. Lahirnya kepengurusan RISMANDA periode amanah 2007/2008 menandakan akan lahirnya denyut semangat yang lebih menggelora di kepemimpinan ka Ahmad Abdai Muzayin sebagai koordinator umum dan ka Linda Tri Lestari sebagai koordinator akhwat (korwat) bersinergi dengan teman-teman pengurus lainnya. Ketika itu, muncul ide-ide baru sebagai nafas baru RISMANDA, diantaranya adalah Pesantren Kilat, Lomba-lomba Islami dengan tema “ Ramadhan SMARTIES N SYAR`I “, yang terdiri dari lomba tilawah dan tartil Qur`an, lomba mading, lomba baca puisi Islami, lomba menulis kaligrafi, lomba pidato dan lain-lain. Ada juga silaturrahim ke rumah pak Sumarso (kepala sekolah). Ketika acara MOS 2008/2009, RISMANDA juga mengadakan sosialisasi Rohis dengan menerbitkan buletin RISMANDA, sebar bunga pesan. Ketika ada acara Maulid Nabi Muhammad saw. RISMANDA juga menampilkan grup rebana yang dibimbing oleh pak Mushonif. Dari rangkaian acara tersebut RISMANDA selalu didukung oleh warga SMK N 2 Purworejo dan melalui kerjasama antara OSIS juga Ekskul Pramuka. Hal ini membuktikan bahwa kerja dakwah tidak bisa sendirian (nafsi-nafsi/ munfarid). Akan tetapi, perlu adanya amal Jama`I (kerja berjamaah/bekerja sama bukan sama-sama kerja) yang membutuhkan adanya komando dari pemimpin yang dibentuk secara musyawarah (syuro – Q.S As-Syura [42] ayat 10 dan 38) dan adanya komunikasi dari jama`ah di dalam organisasi tersebut. Sehingga dalam amal jama`I terbentuk kerja yang berbeda bagian sesuai bidang potensinya tetapi berorientasi terhadap satu tujuan dengan berlandaskan pada syariat dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah.
Selanjutnya amanah RISMANDA dipegang oleh ka Yuli Bukiyanto dan ka Aisyah.
Bagi teman-teman yang telah tergabung dalam barisan dakwah di RISMANDA berbahagialah karena kalian sudah tepat dan beruntung memilih jalan ini, jalan yang telah dijanjikan Allah dengan surga-Nya (Q.S Muhammad:7). Sedangkan bagi teman-teman sekalian yang belum dan ingin bergabung ke dalam perjuangan ini, janganlah bimbang dan yakinlah bahwa Rohis bukan hanya kegiatan ekskul semata, tetapi Rohis esensinya adalah gerakan duniawi yang berorientasi untuk ukhrawi (bekal di akhirat). Maka belomba-lombalah dalam kebaikan ( Fastabiqul khairaat).
Q.S Al-Baqarah[2] ayat 146-155
Untuk itu, wahai para aktivis dakwah, para generasi penerus peradaban. Teruslah berjuang, tegakkan syariat Islam. Ingatlah, bahwa kita yang membutuhkan dakwah, bukan dakwah yang membutuhkan kita. Dan barangsiapa menolong dalam agama Allah, maka Allah akan menolong kita. Keep Hamasah (tetap semangat) dalam dakwah. Dakwah tidak pernah kehabisan pekerja. Ikut atau tidaknya kita dalam barisan dakwah ini , kereta dakwah akan terus melaju menuju surga. Maka, mulailah melakukan perbaikan detik demi detik mulai dari diri sendiri, dari saat ini dan dari hal terkecil.
Wallahu ‘alam bishowab…
Happy dakwah with ukhuwah…
PROFIL PENGURUS
(saat tulisan ini dibuat tahun 2010)
Mba’ Tatik
Alumni SKANIDA tahun 2006, melanjutkan kulioh di UII (Universitas Islam Indonesia), jurusan akuntansi, semester 8. Peraih beasiswa mahasiswa teladan se-jurusan akuntansi .
Mba’ Nuri
Ketika menjabat sebagai ketua keakhwatan 2006/2007 juga sedang menjabat sebagai Dewan Ambalan Pramuka
A.Abdai Muzayin
Sebagai ketua Rohis, ketua kelas, sekaligus ketua OSIS pada masa amanah 2007/2008 serta Dewan Ambalan Pramuka. Pengurus KARISMA divisi Pembinaan dan Kaderisasi. Peraih juara umum UAN se-SMK N 2. Sekarang dia melanjutkan pendidikan di salah satu Pondok Pesantren di Purworejo.
Linda Tri Lestari
Ketua keakhwatan dan pengurus KARISMA divisi Pembinaan dan Kaderisasi masa amanah 2007/2008. Peraih beasiswa SDM EKSPAD di STEI SEBI Jakarta. Jurusan akuntansi syariah semester 5.
Lina
Wakil Koordinator Akhwat dan pengurus KARISMA divisi humas masa amanah 2007/2008. Sekarang beliau bekerja di salah satu lembaga keuangan yakni di BMT Binamas Purworejo di bagian LAZ (Zakat).
Lis Purwanti
Pengurus ROHIS divisi Jum’at Peduli dan pengurus KARISMA divisi humas masa amanah 2007/2008. Peraih beasiswa di STEI SEBI Jakarta, jurusan akuntansi syariah, semester 5. Menjadi mentor di salah satu SMK di Jakarta yakni SMK Nusantara.
Mustofa
Koordinator ROHIS masa amanah 2008/2009. Pengurus KARISMA divisi Pembinaan dan Kaderisasi. Juara Umum UAN se-SMK N 2 Purworejo. Peraih beasiswa STAN Jakarta, semester 3.
Yuli Bukiyanto
Koordinator ROHIS masa amanah 2009/2010 sekaligus Pradana Dewan Ambalan Pramuka.

TIPS MAKAN ALA RASULULLAH

JENIS MAKANAN
Rupanya tanpa disadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, masih banyak yang tak kita pilih-pilih. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain-lain.
Rasullulah SAW tidak pernah sakit pencernaan sepanjang hayatnya, karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau kamu ikuti cara makan Rasullullah ini, kamu tidak akan menderita sakit perut atau pun keracunan makanan.
* Jangan makan SUSU bersama DAGING
* Jangan makan DAGING bersama IKAN
* Jangan makan IKAN bersama SUSU
* Jangan makan AYAM bersama SUSU
* Jangan makan IKAN bersama TELUR
* Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
* Jangan makan SUSU bersama CUKA
* Jangan makan BUAH bersama SUSU, Misal: KOKTEL
CARA MAKAN
* JANGAN MAKAN BUAH SETELAH MAKAN NASI , SEBALIKNYA MAKANLAH BUAH TERLEBIH DAHULU, BARU MAKAN NASI.
* TIDUR 1 JAM SETELAH MAKAN TENGAH HARI.
* Jangan Makan malam
Dalam kitab juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut. Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu, karena akan cepat terserang penyakit. Ini dibuktikan oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion ( + ) sedangkan dalam ikan mengandung ion ( – ), jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan, maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.
Al-Quran Juga mengajarkan kita menjaga kesehatan dengan amalan-amalan seperti:
* Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap ke dalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Dapat kita saksikan bahwa orang yang mandi pagi kebanyakan berbadan tidak gemuk.
* Rasulullah saw. mengamalkan minum segelas air putih setiap pagi. Insya Allah jakan auh dari penyakit.
* Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud) sekurang kurangnya semenit setelah membaca doa. Tafakur sesaat seperti 70 tahun ibadah nilainya. Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud. Ahli sains telah menemuikan beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir ke ruang tersebut.
* Nabi saw. juga mengajarkan kepada kita agar makan dengan tangan kanan dan bila telah selesai, hendaklah menjilat jari-jari yang digunakan untuk makan. Begitu juga ahli sains telah menemukan bahwa enzim banyak terkandung di celah jari jari, yaitu 10 kali lipat dalam air liur.
SUNAH CARA MAKAN MENURUT NABI SAW
1. Makan garam sedikit sebelum makan untuk menolak 70 macam penyakit, dan ambil lagi sedikit dengan jari manis tangan kanan setelah makan. Makanlah dengan tangan kanan tanpa sendok. Sebaiknya kita yang menunggu makanan dan bukan makanan yang menunggu.
2. Berdoa sebelum dan setelah makan. Cuci tangan. Dan minum dengan memegang gelas di tangan kanan, meskipun tangan tersebut bekas kuah.
3. Duduk di bawah, bukan di bangku dan dimulai dari pinggir dan terakhir ketengah. Lebih baik lagi kalau makan bersama keluarga, maupun teman. Seperti ketika haji atau buka puasa bersama di Masjid dalam satu nampan bisa untuk empat orang.
4. Jangan sisakan sebutir nasipun, karena nasi ini berdzikir.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4655771

Minggu, 22 Mei 2011

TERAPI ALAMI OBATI SAKIT KEPALA

Tak selamanya meredakan sakit kepala dengan mengandalkan obat. Bila terlalu sering, tubuh akan menjadi resistan sehingga akan membutuhkan obat dengan dosis yang lebih tinggi lagi.

Padahal, menyingkirkan nyeri di kepala dapat dilakukan dengan cara alami. Pencegahannya dengan memperbanyak makan buah dan sayur. Pengobatannya dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:

a. Tidur siang
Cobalah untuk tidur siang sebentar saja untuk mengurangi rasa nyeri yang terasa. Namun, jangan sampai malah kebablasan. Terlalu lama tidur justru akan memperparah sakit kepala Anda. Cobalah tidur siang di sela-sela aktivitas selama 15-30 menit.

b. Latihan pernapasan
Saat sakit kepala muncul, ambil napas dalam-dalam. Tarik dan keluarkan kembali napas secara perlahan. Gerakan sederhana ini bisa membuat tubuh dan kepala merasa lebih nyaman dengan rasa nyeri yang berkurang.

c. Pijat kepala
Pijat memang dikenal ampuh dan efektif menyembuhkan sakit kepala. Pijat kening Anda menggunakan jari dengan gerakan memutar secara perlahan. Juga coba tekan dengan lembut dahi Anda dengan jari-jari.

d. Aromaterapi
Menghirup minyak aromatic tak hanya dapat meredakan sakit kepala, tapi juga bisa memperbaiki suasana hati Anda. Coba hirup minyak atsiri beraroma lavender, kayu cendana, dan vanila yang bermanfaat menyingkirkan stress.

e. Shalat tahajud

f. Berwudhu

g. Sering minum air putih

h. Minum susu hangat

i. Tidur telentang tanpa bantal dengan posisi kaki diangkat (disandarkan ke dinding)-sikap lilin-

j. Rileks kan pikiran

*Selamat Mencoba*

Kamis, 28 April 2011

KIAT TEGAR DI JALAN DAKWAH

1.) Dekat Dengan Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan sumber ketegaran pertama, tali Allah Ta’ala yang kokoh, dan cahaya terang. Siapa yang berpegang erat dengannya, maka ia dijaga Allah Ta’ala. Siapa mengamalkannya, maka ia diselamatkan Allah Ta'ala. Allah menegaskan bahwa diturunkannya Al-Qur’an, baik secara global atau terperinci ialah untuk menegarkan. Allah Ta’ala berfirman, “Orang-orang kafir berkata, ‘Kenapa Al-Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekali turun?’ Demikianlah suapaya Kami tegarkan hatimu dengannya dan Kami membacakannya dengan tartil. Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan paling baik penjelasannya.” (Al-Furqan: 32-33)
Mengapa Al-Qur’an sumber ketegaran?
1. Karena Al-Qur’an menanamkan keimanan dan menyucikan jiwa dengan berkomunikasi kepada Allah.
2. Karena ayat-ayat Al-Qur’an turun seperti es yang menyejukkan hati orang-orang mukmin. Lalu, hati orang mukmin tidak goyah saat terkena badai fitnah dan tenang dengan dzikir kepada Allah.
3. Karena Al-Qur’an membekali orang Muslim dengan sejumlah persepsi dan nilai yang benar. Lalu, dengan itu semua, ia dapat memperbaiki kondisi yang ada. Al-Qur’an juga membekali insane Muslim dengan sejumlah perangkat yang membuatnya bisa memutuskan segala masalah.
4. Al-Qur’an mementahkan segala kerancuan yang sengaja dimunculkan musuh-musuh Islam, yaitu orang-orang kafir dan munafik.
2.) Iltizam dengan Syari’at dan Amal Shalih
Allah Ta’ala berfirman, “Allah menegarkan orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh di kehidupan dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang dzalim dan mengerjakan apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27).
Qatadah berkata, “Di dunia, mereka diberi ketegaran dalam mengerjakan kebaikan dan amal shalih. Sedangkan di akhirat, mereka diberi ketegaran dikuburan.”
Allah Ta’ala berfirman, “Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentu hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menegarkan.” (QS. An-Nisa’: 66).
Hal tersebut sudah jelas, tidak mungkin ketegaran terjadi pada orang-orang pemalas dan tidak mengerjakan amal shalih ketika terjadi badai fitnah. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam rajin mengerjakan amal shalih. Perbuatan yang peling beliau sukai ialah perbuatan yang paling rutin dikerjakan walaupun hanya sedikit.
3.) Membaca Kisah-Kisah para Nabi Demi Meniru Mereka dan Mengamalkan Perbuatan Mereka Allah Ta’ala berfirman, “Dan semua kisah-kisah rasul, Kami ceritakn kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami tegarkan hatimu dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pelajaran dan peringatan bagi orang-orang beriman.” (QS. Hud: 120).
Ayat di atas turun pada zaman Rasulullah bukan untuk hiburan atau bahan candaan. Tapi dengan tujuan besar, yaitu menegarkan hati Rasulullah dan hati orang-orang beriman.
4.) Berdo’a
Di antara ciri orang beriman adalah mereka berdoa kepada Allah Ta’ala dan meminta ketegaran kepada-Nya. Misalnya dengan doa, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami.” Karena hati manusia berada di antara dua jari di antara jari-jari Allah, dan Allah berhak mengendalikannya sesuai dengan kehendak-Nya, maka sudah sepantasnya kaum muslimin berdoa, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah hati kami di atas agama-Mu.”
5.) Dzikir Kepada Allah
Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian memerangi pasukan musuh, maka berteguh hatilah dan sebutlah Allah sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Anfal: 45)
6.) Tarbiyah
Tarbiyah imaniyah, tarbiyah ilmiya (ilmiah), tarbiyah wa’iyah (sadar), dan tarbiyah mutadarrijah (bertahap), merupakan unsur penting yang menegarkan orang muslim.
Tarbiyah imaniyah ialah tarbiyah (pembinaan) yang menghidupkan hati, dengan takut, berharap, dan cinta kepada Allah Ta’ala. Bukan tabiyah yang membuat hati gersang akibat jauh daru dalil-dalil Al-Qur’an dan sunnah, serta berpatokan pada pendapat tokoh. Tarbiyah ilmiyah ialah tarbiyah yang berdasarkan dalil shahih, bukan taklid dan membeo secara membabi buta.
Tarbiyah wa’iyah ialah tarbiyah yang anti mengikuti gaya hidup orang-orang bejat, mengkaji rencana-rencana musuh Islam, dan mengikuti realitas yang ada. Buka tarbiyah yang terpaku pada lingkungan kecil.
Tarbiyah mutadarrijah ialah tarbiyah yang mengubah orang muslim sedikit demi sedikit dan mengangkatnya ke tangga kesempurnaan dengan perencanaan yang matang, bukan tarbiyah serampangan, terburu-buru, dan acak-acakan.
Apa yang membuat sahabat tegar di Makkah pada masa penindasan?
Bagaimana Bilal, Khabab, Mush’ab, keluarga Yasir, para sahabat yang lemah, dan para sahabat yang “berkelas” tegar ketika diembargo orang-orang Quraisy dan berada di tempa terpencil?
Apakah mereka bisa tegar tanpa tarbiyah mendalam dari pelita kenabian yang mencemerlangkan kepribadian mereka?
Mari kita ambil contoh Khabbab bin Al-Arats. Ia budak dan pemiliknya (wanita) memanaska besi hingga menyala merah lalu menempatkan Khabbab bin Al-Arats ke atas besi itu dalam keadaan punggung tanpa baju. Besi tusuk sate itu baru padam ketika lemak punggung Khabbab bin Al-Arats mencair dan mengenai besi itu. Kiat apa yang membuat Khabbab bin Al-Arats bersabar menghadapi siksaan berat seperti itu?
Contoh lain, Bilal ditindih dengan batu besar di tengah terik sinar matahari dan Sumayyah diikat di tengah dengan belenggu. Apa yang membuat keduanya bersabar menghadapi tindak kekejaman seperti itu?
Ada pertanyaan lain terkait dengan peristiwa yang terjadi di akhir model Madinah. Siapa yang tegar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di Hunain ketika sebagian besar kaum muslimin lari? Apakah mereka orang-orang yang baru saja masuk Islam pada hari penaklukkan Mekkah, yang pada dasarnya belum lama ter-tarbiyah di madrasah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan motivasi mereka ikut perang ialah ingin mendapatkan rampasan perang? Sama sekali tidak. Sebagian orang yang tegar bersama Rasulullah ialah orang-orang beriman pilihan dan sudah sekian lama ter-tarbiyah ditangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
7.) Yakin Dengan Jalan Kebenaran
Tidak diragukan, jika keyakinan da’I kepada jalan kebenaran yang ia tempuh semakin kuat, maka ketegarannya semakin besar.
8.) Aktif Berdakwah Di Jalan Allah
Di antara aktivitas yang paling menggerakkan jiwa adalah berdakwah di jalan Allah Ta’ala. Dengan berdakwah, seluruh potensi akan muncul dan karya-karya besar akan terealisasi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka karena itu, serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu.” (QS. Asy-Syuara: 15)
Selain menjanjikan pahala besar, dakwah merupakan salah satu sarana ketegaran dan tameng dari kemunduran.
9.) Berada di Sekitar Kader-Kader Dakwah yang Tegar
Mencari ulama, orang-orang shalih, dan da’I yang beriman, serta berada disekitar mereka itu merupakan salah satu kiat agar kita senantiasa tegar di atas jalan dakwah. Sudah sekian banyak fitnah terjadi dalam sejarah Islam, namun Allah menegarkan kaum muslimin dengan perantaraan beberapa ulama. Ali bin Al-Maidani rahimahullah berkata, “Allah memuliakan Islam dengan Abu Bakar pada saat terjadi gelombag kemurtadan, dan Imam Ahmad pada saat fitnah (pendapat bahwa Al-Qur’an itu makhluk).”
Disinilah ukhuwah islamiyah terbukti menjadi salah satu sarana penting ketegaran.
10.) Yakin Akan Pertolongan Allah dan Masa Depan Adalah Milik Islam.
“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut-pengikut yang bertakwa. Mereka tidak lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar..” (QS. Ali Imran: 146)
11.) Merenungkan Kenikmatan Surga dan Siksa Neraka serta Mengingat Kematian
Surga itu negeri kebahagiaan, pelipur lara, dan terminal pengembaraan orang-orang beriman. Jiwa memiliki kecenderungan tidak mau berkorban, beramal, dan tegar kecuali dengan imbalan yang meringankan musibah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggunakan kiat mengingatkan surge untuk menegarkan para sahabat. Pada suatu hari, Rasulullah berjalan melewati Yasir, Amar, dan Sumaiyyah yang sedang disiksa. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sabarlah wahai kaluarga Yasir, karena tempat kalian kelak adalah surga.” (HR. Al-Hakim)
Mengingat kematian juga dapat membentengi kaum muslimin dari “kekalahan”. Sebab ia tahu kematian lebih dekat padanya. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan, “Perbanyaklah mengingat pemutus seluruh kenikmatan (kematian).” (HR. At-Tirmidzi)
Sumber: Kiat-Kiat Tegar Di Jalan Dakwah, Muhammad Shaleh Al-Munjid: An-Nadwah Friday, 18 July 2008 09:26 administrator

PERAN AUDITOR DALAM EKONOMI ISLAM

Pada awal abad ke-13, di Amerika peran auditor telah diperkenalkan seiring dengan munculnya ilmu akuntansi konvensional. Semula tugas seorang auditor hanyalah pada memeriksa keakuratan saldo dalam laporan keuangan apakah terhindar dari unsur penipuan dan kejahatan keuangan lainnya. Lalu berkembang seperti saat sekarang ini yaitu seperti diungkapkan oleh penulis Cooper untuk melaporkan kebenaran dari informasi dan catatan yang diperlukan dan mengeluarkan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan suatu perusahaan yang menjadi klien si auditor independen yang bersangkutan. Sedangkan tujuan sekundernya diantaranya adalah untuk menilai efektivitas sistem pengendalian intern, memberikan masukan untuk hal-hal yang berkaitan dalam pengambilan keputusan oleh pihak manajemen.
Secara ringkas peran auditor umum adalah : bertanggung jawab terbatas atas ruang lingkup tertentu yang menjadi kesepakatan antara dia dengan kliennya ; auditor tidak berhak mengomentari atau berpendapat di luar batas ruang lingkup audit; terakhir, auditor juga tidak berhak berpendapat atas tindakan klien yang keluar dari norma agama Islam ataupun atas prinsip keorganisasian dan kehati-hatian atas perusahaan klien.
Dari uraian tersebut dapat terlihat bahwa auditor umum untuk ekonomi konvensional , kapitalis khususnya, tidak memiliki wewenang untuk berkomentar bahwa praktik manajemen yang dilakukan oleh klien akan berdampak negatif terhadap etika, sosial maupun ekonomi atas masyarakat sekitar, karena ruang lingkup manajemen klien bukan ruang lingkup auditor. Melihat kondisi ini maka dalam ekonomi islam dibutuhkan suatu upaya ekspansi dari peran auditor umum menjadi auditor syariah yang lebih mengutamakan penerapan nilai-nilai Islam baik dalam memberikan opini maupun dari akhlak pribadi auditornya sendiri. Hal ini dapat terwujud bila departemen Al-Hisbah atau yang setara dengannya mampu berupaya keras untuk merealisasikannya. Salah satu yang diusulkan adalah adanya IAF ( Islamic Audit Foundation ) sebuah lembaga independen untuk audit syariah yang diantaranya berfungsi sebagai pengelola dan pengatur atas kerja audit syariah dengan dibentuknya peraturan standar bagi audit , juga pusat pengelola pelatihan audit syariah untuk para auditor syariah sebagai upaya peningkatan mutu auditor , menjadi peserta ketentuan bahwa semua lingkup bisnis harus terdaftar di IAF sehingga akan mengefisiensikan dan mengefektifitaskan atas biaya yang dikeluarkan oleh auditor selama melakukan kerja audit. Selain itu, seorang auditor syariah disarankan untuk memperdalam wawasannya di bidang akuntansi, organisasi bisnis dan keuangan; teori dan praktek manajemen; ushul fiqh dan tentu saja ilmu auditing dalam teori dan prakteknya. Contoh sederhana dan inti dari kerja auditr syariah, diantaranya : memastikan usaha dan modal yang terdapat di perusahaan klien terbebas dari unsur MAGHRIB ( Maysir, gharar dan riba); unsur penipuan; penimbunan barang; pemalsuan rekening; penggelapan dana; klaim asuransi palsu; memastikan apakah perusahaan terlalu boros dalam pengeluaran untuk kegiatan perjamuan bisnis maupun kegiatan sosial.
Upaya peningkatan dan pengembangan peran auditor akan terus dilakukan melihat prospek dan kebutuhan bisnis syariah yang semakin berkembang dan diminati, sehingga perlu adanya auditor syariah yang professional dan berkualitas sehingga mampu melakukan kerja audit sesuai nilai-nilai Islam dan prinsip-prinsip syariah yang berlaku baik pada akhlak pribadi yang dimiliki auditornya maupun atas tindakan dan opini audit yang dikeluarkannya. Selain itu standard dan prinsip atas ilmu akuntansi syariah juga perlu dikembangkan untuk mendukung peran kerja auditor di lapangan.
# Sebuah pendapat untuk perkembangan dalam lingkup Audit Syariah; BY. : linda tri lestari/ STEI SEBI 

Jumat, 01 April 2011

EKONOMI ISLAM KINI, ESOK ATAU NANTI AKAN SELALU EKSIS !!!??

Ekonomi ( Secara umum dan sederhana ) diartikan dengan aspek yang berhubungan dengan alat tukar ( uang ), pembelian ( permintaan ), penjualan ( penawaran ) dan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan hidup manusia dalam mempertahankan kehidupannya di muka bumi ini.
Hal –hal yang berkaitan dengan unsur Ekonomi sendiri merupakan sendi yang cukup urgent dan memiliki sensivitas sendiri ketika dibicarakan, misalnya ketika inflasi naik maka investor panik ; ketika permintaan naik maka harga naik, pun sebaliknya ; saat krisis moneter melanda suatu bangsa (terutama Negara berkembang) maka para Negara “ lintah darat” (biasanya oleh Negara maju dengan sistem kapitalis, liberal dlll ) akan menawarkan loan, baik soft maupun hard dengan iming-iming bunga rendah dalam jangka panjang, dan berbagai “tawaran manis” lain yang sekilas tampak menggiurkan untuk menerima dana (utang) tersebut.
Namun, dengan pengaruh dari adanya ilmu ekonomi manusiapun dapat lebih meningkatkan peradabannya baik teknologi, pendidikan, budaya, social dan sebagainya. Lambat laun, bumi ini di”kagetkan” dengan percepatan perubahan yang terjadi diatasnya, kemewahan , kepuasan individu, kekuatan pasar yang tidak seimbang serta gaya hidup yang tak selaras dan kadang tak mempedulikan keseimbangan alam ( materialisme, hedonisme, eksploitasi ) dan lain-lain.
Buramnya wajah perekonomian yang sedang dijalani oleh manusia tak juga disadari, bahwa bukti instabilitas ekonomi terjadi , dimana kemajuan ekonomi tidak berwujud pada kesejahteraan ekonomi. Berbagai karakter dominan manusia dilahirkan dari sistem ekonomi yang dipakai, kita kenal ada yang materialistic sedikit sekali yang berjiwa dermawan, banyak yang individualist jarang sekali yang socialist. Lalu, apakah yang salah? belum cukupkah teknologi dan pemikiran manusia modern ini sehingga masalah ini berlarut-larut tak kunjung ada kejelasan dan keadilan penyelesaian ?
Mencoba menganalisis dari berbagai peristiwa di awal tahun 2009 hingga penghujung tahun itupun tiba, mungkin masalah ini terjadi karena kurangnya selektifitas dalam beraktifitas ekonomi serta preferensi dari para pelaku ekonomi yang pada akhirnya mengendalikan aktifitas ekonomi di bumi ini. Berbagai pihak yang bersinergi hanya untuk memuaskan keinginan yang sudah diluar batas kebutuhan akan berdampak buruk pada kedepannya nanti. Faktor- faktor pembentuk perilaku atau preferensi ekonomi, seperti ideology, tata nilai hidup dan kehidupan, paradigma teori dan praktek ekonomi serta sasaran atau tujuan aktifitas ekonomi.[1] Dengan demikian diperlukan adanya suatu sistem ekonomi yang memiliki ideology kuat dan bernilai moral yang baik, yang menyelaraskan antara tindakan dan gagasan, praktek dan tujuan, kerja dan harapan , serta perilaku dan cita-cita.[2]
Kembali ke fitrah, bahwa Islam adalah agama yang sempurna, maka apa yang dibawanya pun pasti sempurna dan terbaik bagi hidup serta kehidupan manusia. Ekonomi Islam adalah ekonomi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip, aturan-aturan, dan tata nilai syariah, sehingga merujuk pada Al-Qur`an dan As-Sunnah sebagai rujukan hidup manusia dari Tuhan ( Allah SWT ). Sistem Ekonomi Islam mampu mengeliminasi resiko dari terkontaminasinya perekonomian dari build in manusia dalam sistem yang mereka ciptakan dan susun; yang fitrahnya cenderung memiliki ambisi untuk berkuasa hanya untuk kepuasan individu semata.
Eksistensi akan ketauhidan (ketundukan) kepada Allah swt, sang Pencipta dan Pemilik mutlak bumi beserta sumber daya di dalamnya, akan membatasi perilaku ekonom agar tetap terjaga dan terpelihara kebaikannya. Beberapa tuntunan dalam Islam adalah perilaku untuk hidup sesuai kebutuhan, tidak bermewah-mewah, tidak bekerja pada usaha yang terlarang oleh aturan syariah serta menjauhi hal –hal yang berhubungan dengan riba, syubhat, bunga dan perintah untuk menunaikan zakat bagi yang telah memenuhi persyaratan. Kepentingan Kolektif selalu diutamakan untuk dipenuhi daripada kepentingan individual saja ( tidak sama dengan yang terjadi pada ekonomi sistem kapitalis dan liberal ). Peran pemerintah dalam mengawasi mekanisme pasar di lapangan secara adil dan berkesesuaian dengan prinsip dan hukum Syariat juga dalam Islam turut menjadi andil suksesnya perwujudan ekonomi Islam.
Dengan demikian pemerataan akan sumber daya serta alokasi faktor produksi akan mewujudkan pemerataan pembangunan fisik maupun social, sehingga tiada lagi ketimpangan dalam kekuatan di pasar serta tak terjadinya sistem pembangunan yang kacau.
Seakan tak mau beranjak dalam kancah perekonomian, ada saja ulah si ekonom capitalist dan liberal (konvensional), ketika isu Cicak vs Buaya dalam dunia politik turut menyebar isu yang sempat mengguncang perekonomian di Indonesia, kasus Bank Century yang sistemik juga polemik, hingga fluktuatif harga bahan makanan pokok seiring menuju pergantian tahun dan bergantinya sistem pemerintah baru; keseluruhannya sangat mempengaruhi kondisi perekonomian yang tentunya hanya dinikmati oleh pihak yang hanya memedulikan “perutnya sendiri” tanpa menghiraukan nasib kalangan mikro dan tersisihkan (rakyat). Tak mengherankan jika kemudian di tahun 2009 semakin meningkatnya kriminalitas di Indonesia dengan kasus yang setelah diusut adalah hanya karena mengambil tiga biji kopra di tengah perkebunan kopra; mengambil sejumput kapas beberapa ons diantara pepohonan kapas; dan sebagainya dimana dengan itu mereka para pelaku mengaku untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka yang belum tercukupi dengan layak, dan ironisnya mereka dihukum lebih berat dari hukuman para koruptor dan para bandar narkoba.
Pertumbuhan Ekonomi Islam di sepanjang tahun 2009 mengalami penambahan selangkah lebih maju, yaitu dengan bertambahnya produk dari bank syariah berupa kartu kredit syariah “Hasanah Card” dari BNI Syariah dan meningkatnya pertumbuhan LKM dan UMKM Syariah di berbagai pelosok negeri ini. Hal ini menunjukkan mulai adanya geliat semangat dari sector pemerintah dan masyarakat dalam turut andil mengembangkan sistem Ekonomi Syariah di kancah perekonomian Indonesia. Namun, sempat terjadi pula isu bahwa berbagai LAZ dan BAZ yang didirikan oleh pihak swasta akan disentralisasikan oleh pemerintah yang dikelola pihak DEPAG, dalam hal ini seolah tiada bentuk kepercayaan dengan pihak yang sudah berpengalaman dan memiliki kapabilitas dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat dan anak turunannya. Hal ini tentu saja mendapat kecaman dan protes dari berbagai pihak bahwa bila hal tersebut terjadi maka bisa mengakibatkan celah korupsi yang lebih potensial hanya karena kepentingan segolongan tertentu saja.
Pada akhirnya, dimanapun, kapanpun, selayaknya yang diterapkan mulai dari saat ini, esok hingga nanti adalah Sistem Ekonomi Islam yang telah jelas banyak mengandung manfaat bagi manusia, dan tentunya dibutuhkan sinergi berkesinambungan dari berbagai pihak yang ada dalam pemerintahan suatu Negara, baik pengelola, pelaksana maupun pengawasnya.
Jika Negara barat yang notabenenya adalah Negara sekuler dan atheis saja masih mau belajar dari pengalaman akan bobroknya sistem Ekonomi Kapitalis dan Liberal (Konvensional) dengan beralih pada sistem Ekonomi Islam lalu mengapa Negara kita, Negara Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim masih meragukan untuk segera menerapkan kesempurnaan sistem Ekonomi Islam dalam sistem perekonomian Indonesia. Maka, nantikanlah kekuatan akan pertahanan sistem ekonomi yang ditawarkan oleh Islam dalam menghadapi berbagai persoalan ekonomi dunia yang terus-menerus berulang dan menimpa perekonomian global. Wallahua`lam bis shawab..

[1] Ali Sakti. Analisis Teoritis Ekonomi Islam. hal.xiv
[2] ibid.

PARADIGMA PRO dan KONTRA RUU- AKUNTAN PUBLIK

Pengajuan Rancangan Undang-Undang Akuntan Publik (RUU AP) oleh pemerintah bulan April 2010 seperti yang dipublikasikan oleh situs Badan Pembinaan Hukum Nasional (www.bphn.go.id), tepatnya pada tanggal 8 April 2010 yang menginformasikan antara lain bahwa Pemerintah melalui Supres No R.24/Pres/04/2010 telah mengajukan RUU tentang Akuntan Pubik ke DPR untuk direvisi, telah menimbulkan pro dan kontra di kalangan praktisi profesi akuntan terutama Akuntan Publik yang tergabung dalam Ikatan Akuntan Publik.
RUU Akuntan Publik ini disusun untuk meningkatkan kualitas jasa profesional Akuntan Publik sehingga dapat melindungi kepentingan publik (stakeholders), mengoptimalkan peranan akuntan publik dalam menunjang perkembangan perekonomian nasional yang sehat, efisien dan transparan, serta mewujudkan profesi akuntan publik yang memiliki integritas dan profesionalisme yang tinggi. Akan tetapi,RUU AP ini dianggap telah membatasi KAP dan Akuntan Publik lokal dalam memberikan jasanya. Selain itu, sanksi pidana yang dibebankan kepada Akuntan Publik dirasa memberatkan karena jasa yang mereka berikan hanya sebatas opini berdasarkan keyakinan Akuntan Publik atas laporan keuangan atau informasi keuangan lainnya dimana opini ini tidak mutlak atau subyektif. Masalah perizinan pun dirasa sangat rumit dan menyulitkan Akuntan Publik, ditambah lagi dibolehkannya Akuntan Publik Asing untuk mendirikan KAPA di Indonesia. Jelaslah ini dapat merugikan Akuntan Publik local. Untuk itu, IAPI menolak secara tegas RUU AP tersebut, terlebih IAPI menganggap bahwa Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17 tahun 2008 sudah cukup mengatur standar profesi dan kode etik Akuntan Publik.
Revisi RUU Akuntan Publik tersebut sebenarnya bukanlah tanpa maksud dan tujuan. Apalagi apabila kita mengingat kembali terjadinya skandal akuntansi dan audit delapan tahun silam (2001-2002), yang meruntuhkan Enron Corporation, sebuah perusahaan besar di Amerika Serikat. Di sini, peran audit-lah yang menjadi sorotan public. Hal ini menimbulkan dampak negatif bagi para akuntan dan audit di kalangan masyarakat awam, sehingga membuat kinerja profesi sebagai akuntan publik dan audit menjadi kurang dipercaya. Skandal akuntansi dan audit tersebut juga berdampak pada perusahaan-perusahaan yang tercatat dalam bursa saham di Amerika SerikatDalam menyikapi kasus ini pemerintah Amerika Serikat menanggapinya dengan serius yaitu dengan cara mengeluarkan regulasi atas praktik akuntansi dan audit untuk perusahaan public yang terdaftar di bursa Amerika Serikat. Regulasi ini dikenal dengan nama Sarbanes-Oxley Act (SARBOX), dan disahkan pada tanggal 30 Juli 2002.
Regulasi SARBOX ini dibuat bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas manajemen perusahaan publik, memperbaiki pelaksanaan tata kelola perusahaan, meningkatkan pengawasan terhadap kantor akuntan public, serta mengembalikan kepercayaan para investor terhadap pasar modal (dikutip dalam bukuLaporan Auditor setelah Sarbanes-Oxley Act, hal. 89).
Apabila kita telaah lebih jauh, isi SARBOX sebagian besar tidak jauh berbeda dengan RUU AP yangakan diterapkan di Indonesia Hanya memang ada beberapa penambahan sebagaimana yang penulis sebutkan diatas yang perlu dievaluasi dan direvisi kembali mengenai isi dari RUU AP tersebut, terutama pasal tentang dibolehkannya Akuntan Publik asing dalam melakukan atau memberikan jasanya di Indonesia. Penulis mengusulkan agar diberlakukan pula pembatasan akan ruang kerja Akuntan Publik Asing dan Kantor Akuntan Publik Asing, sehingga Akuntan Publik lokal dapat menjalankan usahanya dengan maksimal. Selain itu, perlu adanya up-grading keprofesionalan Akuntan Publik yang meliputi audit, kode etik atau etika Akuntan Publik, kendali mutu, dan independensi profesi Akuntan Publik oleh Menteri Keuangan. Selain itu, perlu juga optimalisasi dalam hal pendampingan dan pembinaan terhadap para Akuntan Publik dan KAP lokal oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) demi menegakkan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap regulasi ini.
Pengesahan regulasi RUU AP oleh pemerintah diharapkan dapat memberikan paradigma baru mengenai tanggung jawab manajemen atas profesi Akuntan Publik atau Auditor dan KAP .Untuk itu, perlu adanya kerjasama yang nyata antara Pemerintah, para praktisi (termasuk masyarakat) , khususnya yang berprofesi dan terikat di dalam Asosiasi Akuntan Publik dan akademisiAkhirnya, penulis ingin menyimpulkan bahwa sekeras dan sekuat apapun usaha perbaikan yang kita lakukan , tiada terwujud tanpa didasari keikhlasan niat karena mengharap ridho dan pahala dari-Nya. Sehingga pro dan kontra yang ada dalam menyikapi suatu permasalahan dapat segera terselesaikan dan terciptanya paradigma yang sesuai dengan maslahat (kebaikan dan keberkahan) bagi semua pihak demi terwujudnya kesejahteraan bersama. Wallahu`alam bishshawab.

Senin, 21 Maret 2011

DUNIA KERELAWANAN , KINI SEPARUH PERJALANAN HIDUPKU


Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan kepada sobat juang relawan Rumah Zakat mengenai uraian singkat ungkapan yang saya tuliskan di atas.
Pilihan menjadi seorang relawan, bukanlah hanya untuk tujuan sebagai hobi semata. Akan tetapi, untuk menjadi seorang relawan harus didasari untuk sebuah komitmen atas konsekuensi yang harus disadari. Bahwa ,menjadi seorang relawan merupakan salah satu pilihan atas bukti realisasi kita sebagai manusia. Sunatullah manusia adalah ingin menorehkan sejarah hidup yang baik dan memberikan hal yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Atas hal tersebut telah disebutkan dalam sebuah hadits “ Sebaik-baik kalian (manusia) adalah yang (paling ) bermanfaat bagi orang lain” .
Berawal dari idealisme tersebut, saya tertarik untuk mendaftarkan diri menjadi relawan Rumah Zakat melalui Open Recruitment yang diselenggarakan di Rumah Zakat cabang Matraman-Jakarta Timur pada tahun 2008 silam. Sejak itu saya mulai mengaktifkan diri untuk berpartisipasi dalam agenda relawan yang diadakan oleh Rumah Zakat, khususnya untuk lebih ke cabang Jakarta Selatan ( selanjutnya dimutasi menjadi cabang Jakarta Barat ), diantaranya ada Kemah Juara, Senyum Juara, Pesantren Juara, hingga agenda wajib bagi relawan yaitu: DIKSAR (Pendidikan Dasar) Relawan di Lido-Sukabumi. Berbagai pengalaman baru dan sahabat baru banyak saya temukan selama ini di dunia kerelawanan.
Ketenangan pun saya rasakan setelah saya dan sobat juang relawan RZ lainnya ketika amanah yang disampaikan kepada kami telah tertunaikan. Kebahagiaan terukir dengan indah manakala saya melihat senyum bahagia dan keceriaan yang terangkai di wajah adik-adik peserta dan kelegaan terpancar di wajah sobat juang relawan lainnya manakala kami mengadakan acara untuk mereka. Inilah salah satu hal yang selalu membuat saya untuk tetap semangat memberikan kontribusi , mensinergikan potensi dan memberikan apa yang bisa saya beri untuk ummat.
Dalam menjalani kehidupan sebagai relawan, saya akui begitu banyak pengorbanan dan rasa yang telah tertuang, baik ketika merasakan indahnya ukhuwah Islamiyah yang terjalin antarrelawan maupun keikhlasan untuk mengorbankan jiwa, raga, tenaga,pun materi telah tergadaikan di jalan ini. Namun, tiada saya sesali karena semua hal tersebut merupakan bentuk komitmen yang harus saya jalani untuk sebuah konsekuensi di awal. Sebab semua hal yang dikorbankan untuk kebaikan , tiada yang sia-sia dan pasti ada nilainya dihadapan Allah.
Sebagai penutup, saya ingin menegaskan kembali kepada seluruh sobat relawan dimanapun berada bahwa teruskanlah untuk berkontribusi demi kebahagiaan ummat dengan semangat karena Allah swt. saja. Agar separuh hidup kita tidak hanya dinikmati untuk kepuasan dan pencapian kebahagiaan bagi diri sendiri saja, maka serahkanlah separuh hidup kita lagi di jalan Allah untuk ummat.
“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung” .( QS. At-Taubah: 111 )
Allahu akbar….
Wallahu`alam bishshawab…