Senin, 21 Maret 2011

DUNIA KERELAWANAN , KINI SEPARUH PERJALANAN HIDUPKU


Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan kepada sobat juang relawan Rumah Zakat mengenai uraian singkat ungkapan yang saya tuliskan di atas.
Pilihan menjadi seorang relawan, bukanlah hanya untuk tujuan sebagai hobi semata. Akan tetapi, untuk menjadi seorang relawan harus didasari untuk sebuah komitmen atas konsekuensi yang harus disadari. Bahwa ,menjadi seorang relawan merupakan salah satu pilihan atas bukti realisasi kita sebagai manusia. Sunatullah manusia adalah ingin menorehkan sejarah hidup yang baik dan memberikan hal yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Atas hal tersebut telah disebutkan dalam sebuah hadits “ Sebaik-baik kalian (manusia) adalah yang (paling ) bermanfaat bagi orang lain” .
Berawal dari idealisme tersebut, saya tertarik untuk mendaftarkan diri menjadi relawan Rumah Zakat melalui Open Recruitment yang diselenggarakan di Rumah Zakat cabang Matraman-Jakarta Timur pada tahun 2008 silam. Sejak itu saya mulai mengaktifkan diri untuk berpartisipasi dalam agenda relawan yang diadakan oleh Rumah Zakat, khususnya untuk lebih ke cabang Jakarta Selatan ( selanjutnya dimutasi menjadi cabang Jakarta Barat ), diantaranya ada Kemah Juara, Senyum Juara, Pesantren Juara, hingga agenda wajib bagi relawan yaitu: DIKSAR (Pendidikan Dasar) Relawan di Lido-Sukabumi. Berbagai pengalaman baru dan sahabat baru banyak saya temukan selama ini di dunia kerelawanan.
Ketenangan pun saya rasakan setelah saya dan sobat juang relawan RZ lainnya ketika amanah yang disampaikan kepada kami telah tertunaikan. Kebahagiaan terukir dengan indah manakala saya melihat senyum bahagia dan keceriaan yang terangkai di wajah adik-adik peserta dan kelegaan terpancar di wajah sobat juang relawan lainnya manakala kami mengadakan acara untuk mereka. Inilah salah satu hal yang selalu membuat saya untuk tetap semangat memberikan kontribusi , mensinergikan potensi dan memberikan apa yang bisa saya beri untuk ummat.
Dalam menjalani kehidupan sebagai relawan, saya akui begitu banyak pengorbanan dan rasa yang telah tertuang, baik ketika merasakan indahnya ukhuwah Islamiyah yang terjalin antarrelawan maupun keikhlasan untuk mengorbankan jiwa, raga, tenaga,pun materi telah tergadaikan di jalan ini. Namun, tiada saya sesali karena semua hal tersebut merupakan bentuk komitmen yang harus saya jalani untuk sebuah konsekuensi di awal. Sebab semua hal yang dikorbankan untuk kebaikan , tiada yang sia-sia dan pasti ada nilainya dihadapan Allah.
Sebagai penutup, saya ingin menegaskan kembali kepada seluruh sobat relawan dimanapun berada bahwa teruskanlah untuk berkontribusi demi kebahagiaan ummat dengan semangat karena Allah swt. saja. Agar separuh hidup kita tidak hanya dinikmati untuk kepuasan dan pencapian kebahagiaan bagi diri sendiri saja, maka serahkanlah separuh hidup kita lagi di jalan Allah untuk ummat.
“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung” .( QS. At-Taubah: 111 )
Allahu akbar….
Wallahu`alam bishshawab…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar